APLIKASI SISTEM INVENTORY CONTROL OBAT PADA SEBUAH KLINIK DENGAN JAVA

Jurnal DIGIT (Digital Of Information technology)

Vol 2 No.2 Mei 2012

Padeli

padeli@raharja.info 

Abstraksi

Perkembangan teknologi informasi banyak menghadirkan program aplikasi maupun software yang sangat menunjang dalam menghasilkan informasi yang berkualitas tinggi. Aplikasi inventory control ini merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengontrol persediaan agar proses inventarisasi dapat terkendali dengan baik, sehingga dapat meminimalisir kesalahan jumlah stok yang sering terjadi. Aplikasi Sistem Inventory Control memberikan kemudahan kepada pihak Manajemen dalam mengolah dan mengontrol proses inventarisasi, baik itu dalam hal persediaan, pembelian maupun penjualan. Selain itu juga petugas klinik dapat lebih mudah membuat laporan perperiode, karena aplikasi ini memungkinkan user dapat menarik langsung setiap laporan dari proses inventarisasi yang telah di-input. Dengan user interface yang sederhana memudahkan user dalam menggunakan aplikasi ini. Fungsi utama dari Aplikasi Sistem Inventory Control untuk mengolah setiap barang yang masuk dan barang yang keluar serta mengontrol persediaan barang yang ada sehingga dapat memperkecil kesalahan data. Didalam Aplikasi Inventory Control terdapat beberapa fitur. Program yang penulis buat mempunyai fungsi hak akses menu login yang berbeda berdasarkan level user yang menggunakannya. Aplikasi Sistem Inventory Control menggunakan bahasa pemrogaman Java (J2SE) dengan NetBeans 6.9.1 sebagai IDE. J2SE adalah inti/ dasar dari bahasa pemrograman Java. JDK (Java Development Kit) adalah salah satu tool dari J2SE untuk mengkom-pilasi dan menjalankan program Java. Tool J2SE yang salah satunya adalah JDK 1.5 dimana JDK merupakan tool open source dari Sun Microsystem.

Kata Kunci : Inventory, user interface, fiture, J2SE

Latar Belakang

Pada saat ini perkembangan ilmu teknologi informasi komunikasi sudah sangat pesat mulai dari dunia pendidikan, kedokteran, pemerintahan dan segala aspek kehidupan lainnya, sehingga teknologi komputer sebagai sarana informasi menjadi suatu kebutuhan yang sudah sangat mendasar dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini.

Dalam perkembangannya, komputer telah banyak menghadirkan program aplikasi maupun software pemrograman yang sedemikian rupa dirancang untuk dimanfaatkan dalam menambah nilai manfaat serta berguna bagi pihak yang membutuhkan. Perkembangan ini, sangat menunjang dalam menghasilkan informasi yang berkualitas tinggi, yang di dalamnya terdapat prosedur yang ditujukan untuk menghasilkan informasi yang tepat, baik sasaran maupun tepat waktu. Kesalahan dalam mengolah informasi yang lambat, dapat mengganggu aktivitas lembaga tersebut, yang pada pelaksanaannya dapat menurunkan kinerja perusahaan dan mengurangi produktifitas dalam pengambilan keputusan.

Teknologi informasi mempunyai peranan penting dalam penerapan dan pengembangannya terhadap semua bidang termasuk pada bidang kesehatan. Rumah Sakit, Puskesmas maupun Klinik telah banyak mengalami perkembangan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sedang berkembang pada saat ini. Namun demikian ada beberapa yang masih memiliki keterbatasan dan kurang menyeluruh dalam pengolahan data dalam penyampaian informasi maka dibuatlah teknologi informasi yang bisa menghadapi masalah tersebut.

Salah satu diantaranya adalah Klinik, yang merupakan salah satu fasilitas kesehatan di Tangerang. Pada saat ini Klinik sedang dalam proses pengembangan, hal ini dibuktikan dengan dibukanya satu cabang baru. Perkembangan ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap klinik tersebut sangat tinggi, oleh karena itu perlu didukung oleh sistem yang baik untuk menunjang kinerja yang optimal.

Perkembangan teknologi informasi sudah cukup baik, akan tetapi masih memiliki banyak kekurangan. Dalam hal pendataan yang dilakukan saat ini dirasa kurang efisien, karena pendataan hanya mengandalkan kuitansi atau berkas yang nantinya akan didata dalam sebuah file Excel. Data-data tersebut tersimpan dalam file-file yang terpisah sehingga sangat menghambat dalam menyesuaikan data yang baru dengan data yang lama, karena petugas klinik harus melihat dan menyesuaikan data dari ­file satu ke file yang lain. Dalam hal ini sangat meyulitkan dalam pemasukan informasi data-data yang akan digunakan sebagai pembuatan laporan.

Berdasarkan latar belakang kasus di atas maka penulis ingin merancang bagaimana mengendalikan control inventory proses pemasukan, pengeluaran dan pembuatan laporan dengan aplikasi J2SE. sehingga nantinya informasi stock rancanga sistem aplikasi inventory control yang digunakan mendapatkan informasi dan dapat mengatasi permasalahan selama ini.

Critical Reviwer

(Amelia 2008) Penelitian ini dilakukan untuk membangun sistem informasi khusus di bagian persediaan obat-obatan karyawan setjen depatemen perhubungan di biro umum dan humasnya. Hal ini dilatarbelakangi adanya beberapa kejadian karyawan sakit di dalam jam kerja namun tidak dalam keadaan yang serius. Obat-obatan yang disediakan distok pada bagian umum dan humas dimana jika ada karyawan yang sakit maka akan dirujuk ke bagian ini. Namun karena stok obat tidak terkontrol dengan baik mengakibatkan terkadang ada kejadian stok obat tidak ada atau malah sebaliknya stok tersebut menjadi kadaluarsa karena jarang ada kejadian karyawan yang sakit. Untuk itu diusulkan adanya sebuah sistem informasi dengan seorang user yang khusus menangani ini.

(Cahyono dkk 2010) Rancangan sistem inventory yang diusulkan diharapkan dapat memberikan beberapa kemudahan, sebagai berikut :

  1. Sistem aplikasi ini mampu merekap dan mencatat transaksi hutang dan piutang. Pencatatan tentang transaksi bayar hutang dan terima piutang pun bisa diterapkan pada program sistem aplikasi ini.
  2. Data barang, data petugas, data pelanggan, data pemasok, dan data dokter yang sewaktu-waktu berubah juga telah bisa terekam dengan baik pada sistem aplikasi ini.
  3. Informasi dari setiap transaksi yang terekam akan disajikan oleh sistem aplikasi ini melalui laporan-laporan transaksi. User hanya cukup menentukan    parameter apa  yang dibutuhkan untuk menampilkan laporan yang diinginkan.

(Kang dan Gershwin 2008) Latar belakang dari penelitian yang dilakukan oleh Yun Kang dan Stanley B. Gershwin ini adalah banyaknya perusahaan yang memiliki sistem inventory yang mengandalkan proses manajemen sebagai penyedia informasi dalam pengambilan kepustusan-keputusan yang penting, namun banyak dari informasi tersebut tidak tepat, hal ini akan meyebabkan ketidakakuratan kemampuan sistem untuk menyediakan ketersediaan produk, hal ini juga dapat menyebabkan biaya operasional minimal akan tinggi dan tidak sesuai.

Pemodelan analitis dan simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa pada tingkatan terkecil, stock dapat hilang dan tidak dapat terdeteksi oleh sistem informasi. Hal ini dapat menyebabkan ketidaktelitian dan ketidakakuratan data persediaan, yang mengganggu proses pengisian dan menimbulkan out of stock. Bahkan, hal tersebut dapat meyebabkan kerugian karena kerugian out of stock jauh bisa lebih besar daripada kerugian dari stock itu sendiri.

Dalam penelitiannya Kang dan Gershwin termotivasi oleh teknologi identifikasi kation, yaitu produk otomatis yang sedang dikembangkan oleh Auto-ID Center, sehingga mereka merancang berbagai metode kompensasi untuk ketidaktepatan atau ketidakakuratan persediaan barang yang disajikan untuk dievaluasi. Perbandingan metode ini mengungkapkan adanya masalah ketidaktelitian pada inventory, hal tersebut dapat dikurangi dengan teknologi produk otomatis kation ini dan untuk itu diperlukan identifikasi dibeberapa situasi. Sehingga perusahaan yang mengoperasikan fasilitas persediaan barang dengan metode ini dapat menghasilkan ketersediaan produk yang tinggi dan lebih akurat dengan biaya operasional yang dapat ditekan seminimal mungkin.

Pemecahan Masalah

System Development Life Cycle (SDLC)

System Development Life Cycle atau siklus hidup pengembangan sistem adalah adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Planning (Perencanaan)

Yaitu merencanakan kebutuhan sistem dengan cara mengidentifikasi kebutuhan user, menyeleksi kebutuhan user dengan identifikasi dengan melihat kapasitas yang ada.

  1. Analisis Sistem

Dalam menganalisis sistem yang berjalan, penulis melakukan beberapa tahapan sebagai berikut :

  • Melakukan perincian analisis permasalahan dan kebutuhan dengan cara mengamati pelaksanaan metode yang berlangsung selama ini.
  • Memilih metode penyelesaian masalah berdasarkan pengolahan data dan studi pustaka untuk mendapatkan teori-teori yang berhubungan dengan metode pembuatan laporan.
  • Menyusun kerangka penyelesaian masalah berdasar hasil pengolahan data dan studi pustaka.
  1. Desain Sistem

Menyusun rancangan tampilan dan alur sistem pembuatan program untuk aplikasi inventory control obat-obatan pada Klinik Omega, dengan tahapan sebagai berikut:

  • Perancangan (design system) dari hasil analisis yang telah dilakukan, adalah menggunakan Unified Modelling language (UML) sebagai deskripsi dari sistem yang akan dibangun.
  • Membuat database yang akan dibangun menggunakan Structure Query Language (SQL) yaitu MySQL dengan menggunakan Navicat for MySql Version 0.
  • Pembuatan aplikasi sistem inventory control dengan menggunakan Java NetBeans IDE 6.9.1, dalam kategori Project Java Desktop Application untuk mempermudah dalam pembuatan program tersebut.
  • Merancang pembuatan laporan yang akan digunakan oleh Klinik Omega dengan menggunakan JasperReport-3.7.5.
  1. Implementasi Sistem

Pemrogaman dan pengetesan aplikasi serta mengaplikasikannya pada lingkungan yang menggunakannya yaitu Klinik.

 

Bangunan Dasar Metodologi Unified Modelling Language (UML)

Menurut Nugroho (2005:05), bangunan dasar metodologi Unified Modelling Language (UML) menggunakan tiga bangunan dasar yang digunakan untuk mendeskripsikan sistem/perangkat lunak yang akan dikembangkan yaitu :

  1. Sesuatu (Things)

Ada 4 (empat) things dalam Unified Modelling Language (UML), yaitu:

  1. Structural Things

Merupakan bagian yang relatif statis dalam model Unified Modelling Language (UML). Bagian yang relatif statis dapat berupa elemen-elemen yang bersifat fisik maupun konseptual.

  1. Behavioral Things

Merupakan bagian yang dinamis pada model Unified Modelling Language (UML), biasanya merupakan kata kerja dari model Unified Modelling Language (UML), yang mencerminkan perilaku sepanjang ruang dan waktu.

  1. Grouping Things

Merupakan bagian pengorganisasi dalam Unified Modelling Language (UML). Dalam penggambaran model yang rumit kadang diperlukan penggambaran paket yang menyederhanakan model. Paket-paket ini kemudian dapat didekomposisi lebih lanjut. Paket berguna bagi pengelompokkan sesuatu, misalnya model-model dan subsistem-subsistem.

  1. Annotational Things

Merupakan bagian yang memperjelas model Unified Modelling Language (UML) dan dapat berupa  komentar-komentar yang menjelaskan fungsi serta ciri-ciri setiap elemen dalam Unified Modelling Language (UML).

  1. Relasi (Relationship)

Ada 4 (empat) macam relationship dalam Unified Modelling Language (UML), yaitu :

  1. Kebergantungan

Merupakan hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya

  1. Asosiasi

Merupakan apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya, bagaimana hubungan suatu objek dengan objek lainnya. Suatu bentuk asosiasi adalah agregasi yang menampilkan hubungan suatu objek dengan bagian-bagiannya.

  1. Generalisasi

Merupakan hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada diatasnya objek induk (ancestor).

Arah dari atas kebawah dari objek induk ke objek anak dinamakan spesialisasi, sedangkan arah berlawanan sebaliknya dari arah bawah keatas dinamakan generalisasi.

  1. Realisasi

Merupakan operasi yang benar-benar dilakukan oleh suatu objek

  1. Diagram

Ada 7 (tujuh) macam diagram dalam Unified Modelling Language (UML), yaitu :

  1. Use Case Diagram

Diagram ini memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku dari suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

  1. Class Diagram

Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi dan relasi-relasi antar objek.

  1. Sequence Diagram

Diagram ini memperlihatkan interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu waktu tertentu.

  1. State Machine Diagram

Diagram ini memperlihatkan state-state pada sistem, memuat state, transisi, event, dan aktifitas.

Diagram ini terutama penting untuk memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka, kelas, kolaborasi dan terutama penting pada pemodelan sistem-sistem yang reaktif.

  1. Activity Diagram

Diagram ini memperlihatkan aliran dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam pemodelan fungsi-fungsi dalam suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

  1. Package Diagram
  2. Memperlihatkan bagaimana elemen model diorganisasikan atau dikelompokkan ke dalam packages.
  3. Biasanya dipakai pada use case diagram atau class  diagram.
  4. Packages digambarkan sebagai sebuah direktori (file folders) yang berisi model-model elemen.
  5. Packages dibuat untuk :
  • Menggambarkan high level overview kebutuhan
  • Menggambarkan high level overview design.
  • Memecah sebuah diagram yang mempunyai banyak bubbles.
  • Mengorganisasikan source code programming.
  1. Packages digunakan untuk mengorganisasikan sebuah diagram yang besar menjadi beberapa diagram kecil (sebuah diagram yang baik bila mempunyai bubbles 7+/- 2 didalamnya, jika sebuah diagram mempunyai bubbles yang banyak maka akan sulit untuk dipahami).
  2. Component Diagram

Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) di antaranya :

Komponen piranti lunak adalah modul berisi code, baik berisi source code maupun binary code, baik library maupun executable, baik yang muncul pada compile time, link time, maupun run time. Umumnya komponen terbentuk dari beberapa class dan/atau package, tapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil. Komponen dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain.

 

 

Inventory

Menurut Huda (2011:51) tujuan pengolaan inventory adalah turnover (perputaran) dari persediaan barang, yaitu turnover secepat mungkin tanpa kehilangan sales sebagai akibat kehabisan persediaan barang.

Dengan demikian yang dimaksud dengan pengelolaan persediaan adalah kegiatan dalam memperkirakan jumlah persediaan (bahan baku dan penolong) yang tepat, dengan jumlah yang tidak terlalu besar dan tidak pula kurang atau sedikit dibandingkan dengan kebutuhan atau permintaan.

Implementasi

 

Dasar Pemrograman Java

Menurut Utomo (2009:31) tentang Statement dan Ekspresi.: “Statement merupakan baris perintah instruksi yang akan dijalankan oleh JVM. Statement pada Java harus diakhiri dengan titik koma (;). Statement dapat berupa pemanggilan fungsi, operasi aritmatika, dan sebagainya”.

Contoh dari statement adalah sebagai berikut :

System.out.println (“Hello Dunia”); //statement pemanggilan fungsi

Z = x – y; //statement aritmatika,pengurangan nilai x dengan y dan memasukkan nilainya ke z.

Adapun ekspresi merupakan kumpulan variable atau konstanta yang dihubungkan satu sama lain dengan operator. Setiap ekspresi memiliki nilai. Nilai tersebut akan mempunyai kegunaan ketika digunakan ketika digunakan oleh statement. Misal :

a + b;

a – b;

Ekspresi di atas tidak akan mempunyai arti apa-apa sebelum digunakan oleh statement. Misal:

Z = a + b;

If (a == b)

{

System.out.println (“Nilai a sama dengan nilai b”);

}

Pada statement pertama, nilai ekspresi “a+b” dimasukkan ke variabel Z.

Pada statement, nilai ekspresi “a= =b” digunakan untuk memeriksa kondisi IF, apakah nilai a sama dengan nilai b.

Implementasi


  1. Use Case Diagram Sistem Barang Masuk dan Barang Keluar.

Assignment

PROJECT

BUATLAH MAKALAH BAHAN AJAR BAHASA RAKITAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA ASSEMBLY

DI MASUKAN KE DALAM SKUP DAN DI CETAK/PRINT DENGAN KETENTUAN SBB :

1. cetak dengan kertas A4

2. ukuran standar

3. jumlah halaman 60

4. Daftar pustaka

5. referensi sumber dari jurnal dan buku dari luar

6. dikumpulkan sebelum UAS

AKAD KERJA SAMA

PERGURUAN TINGGI RAHARJA 2017

NOAKAD KERJA SAMATAHUNINSTITUSIKETERANGAN
1UNIVERSITAS NARUTAMA SURABAYA2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
2STIKES KUNINGAN2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
3STIKES PANCASILA2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
4STIKUBANG SEMARANG2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
5STIE STEMBI2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
6AKADEMIK MARITIM YOGYAKARTA2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
7UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
8STIE STEMBI BANDUNG2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
9UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
10UNIVERSITAS GUNADARMA 2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
11UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA2017PERGURUAN TINGGI RAHARJAKAMPUS
12UNIVERSITAS UNTIRTA2017PERGURUAN TINGGI RAHARJAKAMPUS
13BANK INDONESIA (BI)2017PERGURUAN TINGGI RAHARJAKAMPUS
14KAB TANGERANG2017PERGURUAN TINGGI RAHARJAPEMERINTAHAN
15KAB TANGERANG SELATAN2017PERGURUAN TINGGI RAHARJAPEMERINTAHAN
16KOTA TANGERANG2017PERGURUAN TINGGI RAHARJAPEMERINTAHAN
17PT. BITUNGJAYA INTI CEMERLANG2017PERGURUAN TINGGI RAHARJAINDUSTRI
18AKADEMI TEKNOLOGI BOGOR2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
19AKADEMI AKUNTANSI & MANAJEMEN MITRA LAMPUNG2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
20AKADEMI AKUNTANSI RIAU2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
21AKADEMI KOMUNITAS NEGERI BENGKALIS RIAU2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
22AKADEMI TEKNIK KENDARI2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
23AKADEMI TELEKOMUNIKASI BOGOR2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
24AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
25AKBID BUNDA AUNI BOGOR2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS
26AKPER BHAKTI HUSADA BEKASI2017AMIK RAHARJA INFORMATIKAKAMPUS

Assignment 10

Pertanyaan :

 

Assignment 10

Status :

100% Terjawab

Keterangan :

Saya sudah mengerjakan tugas tugas tersebut.

Pembuktian :

  1. Saya sudah membuat contoh lampu LED berjalan. :

2. saya sudah membuat penjumlahan dengan assembly :

Assignment 10

Pertanyaan:
Jalankan Aplikasi Assembler untuk program Led lampu dan pertambahan

Status:
Tercapai

Keterangan:
Telah dikerjakan

Pembuktian:

1. Contoh lampu led berjalan

2. Contoh penjumlahan

Assignment 9

Pertanyaan:

1. Buktikan dgn dokumentasikan dengan jelas bahwa anda memang sudah mendownload

software Assemby yg diminta ?

2. cari beberapa materi petunjuk penggunaan di internet tentang assemby

3. buatkan dua tampilan pada SKUP dan praktekan contoh yang sudah anda dapatkan…..

Status:
Tercapai

Keterangan:
Telah dikerjakan

Pembuktian
1. Turbo Assembler 3.01

2. Materi petunjuk penggunaan di internet tentang assemby
Materi 1
Materi 2
Materi 3

3. Dua contoh program:
– Menampilkan: Andi Wijaya.

– Menampilkan: Saya Mahasiswa STMIK Rahardja.

Assignment 9

Pertanyaan :

PADA PERTEMUAN KALI INI PASTIKAN ANDA SUDAH MENDOWNLOAD SOFTWARE ASSEMBLY.

PERMINTAAN

1. Buktikan dgn dokumentasikan dengan jelas bahwa anda memang sudah mendownload

software Assemby yg diminta ?

2. cari beberapa materi petunjuk penggunaan di internet tentang assemby

3. buatkan dua tampilan pada SKUP dan praktekan contoh yang sudah anda dapatkan…..

Status :

100% Terjawab

Keterangan :

Saya sudah mengerjakan tugas tugas tersebut.

Pembuktian :

  1. ) Saya sudah menginstall software GUI Turbo Assembler di laptop saya. Yang berfungsi sebagai editor bahasa assembler untuk pembelajaran dalam kelas bahasa rakitan, berikut pembuktiannya :

2. Saya sudah membaca beberapa tutorial mengenai penggunaan assembly di url :

Link 1

Link 2

Link 3

3. Berikut ini Contoh yang saya buat yaitu menampilkan nama saya, dan hello tentang ILP Raharja :

Menampilkan teks “Hello, Nama Saya Adalah Cahyo Anggoro Seto” :

Menampilkan teks “Hello PRIBADI RAHARJA ILP, Apa Kabar ? ” :